Breaking News
Loading...

Recent Post

Monday, July 27, 2020
no image

Contoh Musyawarah dan Mufakat di Masyarakat oleh - sejarahorganisasi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website sejarahorganisasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Contoh Musyawarah dan Mufakat di Masyarakat oleh - sejarahorganisasi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Contoh Musyawarah dan Mufakat

Musyawarah merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyatukan pendapat yang berbeda. Tujannya untuk mencari jalan keluar pemecahan masalah secara bersama. Dalam musyawarah, setiap anggota memiliki hak untuk menyampaikan pendapatnya. Sementara itu, mufakat adalah keputusan yang dihasilkan dalam musyawarah yang sudah melalui berbagai tahap perundingan. Tidak akan ada kata mufakat sebelum semua anggota musyawarah belum menyetujuinya. Sehingga keputusan musyawarah harus selalu menjunjung nilai keadilan.

Dalam kehidupan sehari-hari dalam lingkup masyarakat sekecil apapun, kita sering menjumpai musyawarah dan mufakat. Lantas apa gunanya setiap masalah harus diselesaikan dengan jalan musyawarah? Bagaimana musyawarah itu dilakukan? Kita akan mengetahuinya pada contoh musyawarah dan mufakat di masyarakat yang akan kita sajikan pada artikel ini.

Musyawarah dan Mufakat

Musyawarah adalah forum yang mana setiap orang di dalamnya terlibat dalam mengemukakan aspirasi, pendapat, saran, kritik untuk memecahkan permasalahan bersama. Oleh karena itu di dalam musyawarah harus tertana, rasa saling menghargai, tidak memaksakan kehendak, serta mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.

Musyawarah merupakan konsep dalam sistem demokrasi. Musyawarah bertujuan untuk menyelesaikan kepentingan bersama. Musyawarah berarti mendengarkan dan saling melempar pendapat untuk menyelesaikan masalah melalui sebuah keputusan yang disepakati bersama atau mufakat.

Keputusan yang diambil dari kegiatan musyawarah saling menguntungkan dan tidak merugikan kepentingan bersama. Setelah terdapat kata mufakat, maka yang perlu dilakukan adalah menjalankan keputusan bersama dengan ikhlas

Musyawarah mufakat termasuk dalam warisan budaya bangsa Indonesia serta termasuk dalam nilai sila ke-4 Pancasila. Budaya musyawarah mufakat ini harus selalu dijaga keutuhannya dengan cara melaksanaannya di setiap kegitan di lingkungan masyarakat. Melalui musyawarah mufakat diharapkan terdapat situasi yang aman, tentram, damai tanpa adanya disintegrasi bangsa.

Islamey menjelaskan musyawarah dan mufakat ke dalam beberapa ciri-ciri

  1. Masalah yang dibicarakan dalam musyawarah adalah kepentingan bersama
  2. Pembicaraan dalam musyawarah haruslah dapat diterima oleh akal sehat
  3. Proses kegiatan musyawarah harus sesuai dengan ciri-ciri norma moral yang berlaku
  4. Setiap anggota yang mengutarakan pendapatnya harus mudah dipahami dan masuk akal
  5. Hasil keputusan dari musyawarah tidak memberatkan rakyat
  6. Musyawarah dan mufakat harus mengutamakan nilai kebersamaan, kesabaran, jujur, dan mudah untuk menerima pendapat dari orang lain.

Contoh Musyawarah dan Mufakat

Adapun contoh musyawarah dan mufakat yang biasa kita temui di lingkungan masyarakat adalah sebagai berikut, antara lain:

  1. Pembagian Tugas Siskamling

Keamanan masyarakat menggunakan siskamling harus mempunyai susunan pengurus yang memiliki tugas untuk mengadakan jaga malam setiap hari. Tidak semua orang bisa melaksanakan jaga di hari yang sama, sehingga dibuatlah jadwal.

Pada kasus ini, musyawarah digunakan untuk menentukan jadwal jaga malam serta menyediakan apa yang dibutuhkan ketika pelaksanaan siskamling.

Biasanya ketika jadwal sudah ditentukan terlebih dahulu, maka mereka akan diberikan hak untuk menerima dan mengemukakan negosisasi mengenai jadwal jaga malam, serta mengemukakan apa saja yang kurang dalam sistem keamanan lingkungannya.

  1. Pemilihan Ketua RT/RW

Berbeda dengan pemilihan presiden atau pemilihan kepala daerah lain. Pemilihan ketua dalam struktur organisasi RT/RW  dilakukan secara musyawarah dan mufakat. Setiap orang diberikan kesempatan untuk mengemukakan atau mencalonkan siapa yang mereka anggap layak untuk menjadi ketua dalam struktur organisasi RW/RT.

Kemudian dari beberapa orang yang dicalonkan, akan berdiskusi kembali mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing calon ketua. Dalam diskusi terdapat anggota musyawarah yang bersikeras harus calon yang diajukan yang menjadi ketua RT/RW. Sehingga yang perlu ditanamkan pada proses ini adalah perasaan saling menghormati dan rasa adil.

  1. Penyelesaian Sengeketa Masyarakat

Dalam hidup bermasyarakat sering dijumpai konflik antar masyarakat. Mereka saling mempertahankan keyakinan masing-masing bahwa apa yang mereka lakukan adalah benar dan yang dilakukan oleh orang lain adalah salah. Misalnya ketika selokan tersumbat dan menimbulkan bau yang tidak sedap, terdapat dua orang keluarga yang saling menuduh penyebab selokan itu terhambat. Ketika tidak ada penengah, maka mereka akan terus berdebat.

Maka, harus dilakukan musyawarah atau berbicara dengan kepala dingin antar dua keluarga tersebut. Bisa juga dihadiri oleh ketua RT/RW atau orang lain yang dipercaya.

Pertama, musyawarah dalam hal ini bertujuan untuk mencari penyebab mengapa selokan menjadi tersumbat. Kedua, musyawarah dilakukan untuk mendapatkan kata mufakat mengenai solusi pemecahan terhadap selokan yang tersumbat. Melalui musyawarah, diharapkan dapat melerai dan meredam konflik bagi masyarakat yang bersengketa atau berselisih paham.

  1. Persiapan Hari Besar Keagamaan

Persiapan hari besar biasa dilakukan oleh gabungan dari masyarakat, baik pengurus masjid, karang taruna, perkumpulan sesepuh, dan organisasi desa yang lain. Perayaan hari keagamaan adalah kegiatan yang cukup besar sehingga persiapannya harus dilaksanakan melalui proses musyawarah.

Pada kegiatan musyawarah ini, mereka menentukan jobdesk masing-masing anggoya, apa saja yang dibutuhkan dalam pelaksanaan hari besar, bagaimana sistem masuk keluarnya masyarakat ke tempat ibadah, membahas mengenai sistem keamanan, dan lain sebagainya.

Untuk mendapatkan kata mufakat, biasanya musywarah pelaksanaan hari besar tidak hanya dilakukan sekali saja. Perundingan dilakukan oleh beberapa kali sesuai dengan perkembangan yang ada di lapangan.

Meskipun tak jarang di dalam proses musyawarah terdapat perbedaan pendapat, akan tetapi yang diambil adalah keputusan yang disepakati bersama di mana keputusan tersebut memiliki manfaat yang paling baik dan memiliki resiko yang paling minim.

  1. Peyusunan Acara Desa

Setiap desa biasanya memiliki kegiatan rutin, kegiatan besar, atau kegiatan yang mendesak. Setiap kegiatan atau acara yang ada di desa membutuhkan peran masyarakat untuk terjun di dalamnya. Sehingga harus ada musyawarah dalam masyarakat untuk menentukan keberlanjutan kegiatan, apakah masyarakat setuju diadakannya acara atau kegiatan tersebut, dan bagaimana sistematika kegiatan itu dilaksanakan.

Oleh karena tidak semua masyarakat bisa ikut dalam musyawarah, biasanya setiap RW atau dusun mengirimkan perwakilan sesepuh dan anggota karang taruna dilengkapi dengan perangkat desa dan lembaga kemasyarakatan desa yang lainnya.

Setelah kata mufakat terjadi, maka semua masyarakat di desa harus lapang dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan keputusan tersebut.

  1. Rapat Kelompok Tani

Dalam masyarakat terdapat kelompok tani. Biasanya mereka mengadakan perkumpulan rutin. Pada perkumpulan tersebut terdapat proses musyawarah. Oleh karena kelompok tani, maka yang dibahas dalam proses musyawarah adalah hal-hal yang berkaitan dengan pertanian.

Misalnya penyelesaikan masalah irigasi di sawah, penyelesaian masalah hama tanaman, menentukan metode apa yang harus digunakan untuk meningkatkan produksi tanaman. Selain itu, mereka juga melakukan musyawarah mengenai sistem kepengurusan seperti pemilihan ketua, bendahara, sekretaris, dan seksi bidang dalam organisasi kelompok tani.

  1. Rapat Karang Taruna

Karang taruna adalah kumpulan pemuda dan pemudi yang ada di masyarakat, Biasanya mereka mengadakan pertemuan rutin setiap sebulan sekali atau sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. Mereka memiliki agenda dan kegiatan rutin, jadi perkumpulan tersebut secara tidak langsung dapat dikatakan sebagai musyawarah dalam mempersiapkan timeline kegiatan.

Misalnya kegiatan 17-Agustusan. Mereka mendiskusikan apa saja kegiatan yang harus dilakukan, siapa saja yang terlibat di dalam acara tersebut, kapan pelaksanaan kegiatan, serta berapa dana yang harus dihabiskan untuk mengadakan kegiatan tersebut.

Tidak mungkin ketua karang taruna beserta bendahara sendiri yang membuat rencana dan mempesiapkan kegiatan sendiri, mereka harus bermusyawarah dengan anggota lain untuk mendapatkan persetujuan bersama atau mufakat,

  1. Penyelesaian Masalah Kesehatan Bersama

Pada masyarakat, juga serinng terjadi wabah seperti demam berdarah. Biasanya demam berdarah ini menyebar dan tak jarang masyarakat di sekitarnya juga akan tertular penyakit tersebut.

Sehingga perlu adanya musyawarah untuk menyelesaikan masalah wabah demam berdarah secara bersama. Mulai dari diadakannya sosialisasi, kapan pelaksanaannya, berapa anggarannya, siapa yang harus melaksanakan sosialisasi, dan sarana apa yang harus digunakan untuk memberantas wabah demam berdarah tersebut.

  1. Koordinasi Pembangunan Infrastruktur

Infrastruktur, sarana, dan prasarana di lingkungan masyarakat adalah milik bersama. Sehingga dalam membangun, memperbaiki, atau bahkan memusnahkannya harus dengan keputusan bersama. Misalnya ada gapura yang sebenarnya mempersempit jalan sehingga gapura harus diperbaiki.

Maka ada masyarakat yang setuju untuk dibongkar saja, ada yang berpendapat tidak perlu, ada pula yang berpendapat harus dibongkar dengan perbaikan.

Terlepas dari itu, berbagai macam pandangan dalam musyawarah dikeluarkan semua. Berdasarkan berbagai macam argumen, pertimbangan dan fakta di lapangan mereka bisa menyuarakan pendapatnya. Meskipun terjadi perbedaan pendapat, namun keputusan yang didasari dengan kata mufakat lah yang akan dilaksanakan.

  1. Penggunaan Dana Desa

Dalam masyarakat desa, ada yang namanya BPD yaitu Badan Permusyawaratan Desa. Badan ini bertugas untuk bersama dengan kepala desa dan perangkat yang lain untuk bermusyawarah menentukan anggaran, serta hal lain yang nantinya akan dimasukkan dalam peraturan desa.

Badan ini merupakan perwakilan dari masyarakat desa. Sehingga apabila salah satu anggota belum setuju atas keputusan yang dihasilkan berarti belum mencapai kata mufakat. Mereka harus terus menjelaskan argument yang benar dan memiliki risiko yang paling sedikit.

Demikianlah penjelasan yang bisa kami sampaikan pada segenap pembaca. Berkenaan dengan ragam contoh-contoh musyawarah dan mufakat yang ada di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bisa memberi edukasi bagi semuanya.

Daftar Pustaka
  • http://digilib.uinsby.ac.id/4344/6/Bab%25202.pdf
  • http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/download/16254/9023

Itulah tadi informasi dari judi online mengenai Contoh Musyawarah dan Mufakat di Masyarakat oleh - sejarahorganisasi.xyz dan sekianlah artikel dari kami sejarahorganisasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sunday, July 26, 2020
no image

Manfaat Sikap Patriotisme dan Nasionalisme oleh - sejarahorganisasi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website sejarahorganisasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Manfaat Sikap Patriotisme dan Nasionalisme oleh - sejarahorganisasi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Manfaat Patriotisme dan Nasionalisme

Dapat dikatakan jika seseorang sudah memiliki sikap nasionalisme pasti sikap patriotisme akan muncul dengan sendirinya pada diri orang tersebut. Bahkan pada pada zaman dahulu, dengan kedua sikap ini, Indonesia bisa bebas dari penjajah dan berhasil memperoleh kemerdekaan.

Meski tak menampik pada saat ini Indonesia masih menjadi salah sati arti negara berkembang, lantaran masih terdapat masalah sosial, konflik sosial, dan beragam ketegangan sosial yang ada di masyarakat.

Patriotisme dan Nasionalisme

Patriotisme adalah sikap seseorang yang berani, rela berkorban, dan pantang menyerah demi membela bangsa dan negaranya. Sedangkan sikap nasionalisme adalah sebuah sikap kesetiaan terhadap negaranya yang diwujudkan dalam perasaan cinta kepada negaranya tanpa memandang rendah negara lain.

Sehingga atas alasan inilah sikap patrotisme dan nasionalisme harus senantiasa melekat di dalam masing-masing anggota masyarakat. Melalui hal-hal yang sederhana, kita dapat mewujudkan sikap patriotisme dan bentuk nasionalisme, baik di sekolah, keluarga dan lingkungan umum.

Manfaat Patriotisme dan Nasionalisme

Berikut ini adalah manfaat yang akan didapatkan dari sikap patriotisme dan nasionalisme, antara lain sebagai berikut;

  1. Terwujudnya Persatuan dan Kesatuan

Terwujudnya rasa persatuan yang lebih erat di antara berbagai lapisan masyarakat di Negara Indonesia. Jika setiap orang di negara ini memiliki sikap nasionalisme dan patrotisme maka rasa persatuan akan semakin erat, peluang konflik dapat diperkecil meskipun di tengah banyak perbedaan ras, suku, adat, agama dan pendapat.

  1. Solidaritas Yang Tinggi

Semakin menguatnya rasa solidaritas yang terjalin di antara warga negara. Contoh sikap patriotisme dan nasionalisme akan mewujudkan arti solidaritas yang erat di antara warga negaranya. Setiap anggota masyarakat akan tergugah hatinya untuk saling membantu ketika melihat anggota masyarakat di daerah lain sedang kesusahan atau terkena bencana dengan dilandasi rasa ikhlas tanpa pamrih.

Manfaat rasa solidaritas terhadap masyarakat yang lain tak hanya diwujudkan dalam peran pribadi, namun bisa juga melalui solidaritas kelompok. Dapat dilihat banyak sekali organisasi atau lembaga yang bergerak di bidang amal.

  1. Tingginya Rasa Saling Menghargai dan Menghormati

Semakin kuatnya rasa saling menghargai dan menghormati antar warga negara. Seperti yang kita ketahui, di Indonesia banyak sekali terdapat perbedaan, bukan hanya perbedaan ras, adat, golongan, suku, dan agama melainkan juga pendapat dan pola pikir.

Dengan sikap nasionalisme dan patriotisme perbedaan-perbedaan tersebut bukan lagi menjadi masalah, melainkan menjadi aset untuk Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang kaya akan budaya dan perbedaan tetapi masih tetap menunjukkan negara kesatuan dan persatuan.

  1. Tolerasi yang Tinggi

Menguatnya jiwa dalam arti toleransi antara anggota masyarakat di tengah persoalan perbedaan ras, adat, suku, agama dan antar golongan.

Setiap individu yang memiliki sikap patriotisme dan nasionalisme tdak akan menganggap perbedaan sebagai suatu masalah. Justru orang yang memiliki sikap patriotisme dan nasionalisme akan menganggap perbedaan tersebut sebagai suatu hal yang wajar.

  1. Tanpa Pamrih

Terwujudnya rasa tanpa pamrih yang semakin menguat di dalam jiwa masing-masing individu dalam membela negara. Sikap patriotisme dan nasionalisme pada dasarnya akan membentuk seseoang untuk memiliki jiwa yang ikhlas dalam melakukan tindakan kebaikan termasuk dalam kegiatan membela negara.

Dengan begitu wujud dalam contoh pembelaan untuk negara dari masyarakat murni tidak disertai dengan imbalan apapun dari mulai melakukan hal-hal sederhana hingga hal-hal yang hebat. Seseorang yang memiliki sikap patriotisme dan nasionalisme akan merasakan kepuasan tersendiri ketika berhasil melakukan sesuatu kebaikan untuk negaranya meskipun tanpa imbalan.

  1. Mampu Mempertahankan Kemerdekaan

Menambah semangat di antara warga negara untuk mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif dan dapat memberi manfaat terhadap diri sendiri maupun orang banyak.

Kemerdekaan tak hanya tentang bebas dari penjajah, namun perlu dipahami lebih luas lagi , kemerdekaan adalah bebas dari belenggu-belenggu penderitaan seperti kemiskinan, kriminal, kelaparan dan pengangguran. Secara otomatis, ketika seseorang memiliki sikap patriotisme dan nasionalisme, maka semangat mereka dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia semakin menguat.

  1. Pertahanan

Terwujudnya pertahanan dan keamanan di Indonesia melalui semangat patriotisme dan nasionalisme. Dengan semangat sikap patriotisme dan nasionalisme warga negara akan semakin tergugah untuk mewujudkan pertahanan dari segi pertahanan wilayah maupun pertahanan dari arti ideologi.

Bagi warga negara yang tinggal di dekat daerah perbatasan, maka ia akan menambah semangatnya untuk ikut membantu aparat dalam menjaga pertahanan dan keamanan wilayah. Sedangkan semangat dalam pertahanan ideologi adalah semangat warga negara di dalam mempertahankan ideologi negara yaitu Pancasila dari orang-orang yang hendak merubahnya secara perlahan-lahan maupun terang-terangan.

  1. Pelestraian Budaya

Terwujudnya semangat dalam melestarikan budaya. Dengan rasa cintanya terhadap tanah air, maka semangat untuk melestarikan budaya yang ada di Indonesia semakin menguat.

Meskipun terkadang hanya dilakukan di daerah masing-masing, namun pada zaman sekarang ini bisa dilakukan pelestarian budaya denagn memanfaatkan sosial media atau jaringan internet. Tak jarang masyarakat mengunggah video dengan berisi pertunjukkan budaya dan seni di Youtube, Instagram dan sosial media lainnya.

  1. Berdikari

Terwujudnya semangat dalam menantang dominasi asing di negeri sendiri. Dapat dilihat di negara kita ini keberadaan pihak asing masih banyak dijumpai di beberapa daerah, seperti dominasi industri dengan kepunyaan asing di Indonesia dan berkembangnya budaya dari negara asing seperti Korea Selatan melalui sosial media.

Namun masih terdapat orang-orang yang membangun usahanya sendiri dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain, dengan begitu mereka memiliki semangat untuk menantang dominasi asing. Tak hanya itu, masih terdapat masyarakat yang memiliki niat untuk melakukan pelestarian budaya di tengah masuknya berbagai budaya dari negara asing.

  1. Meakukan Inovasi

Semakin menguatnya semangat untuk melakukan pembaharuan dan inovasi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terdapat di dalam negeri. Dalam hal ini banyak para ilmuan, seniman, mahasiswa, siswa, para ahli hingga masyarakat biasa yang membuat karya dan menghasilkan manfaat untuk orang banyak bahkan sampai di kenal ke luar negeri.

  1. Harmonis, tertib, dan Nyaman

Tercapainya kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis, damai, tertib, dan nyaman. Ketika masyarakat memiliki sikap patriotisme dan nasionalisme maka mereka akan senantiasa menaati aturan hukum yang berlaku dan lebih mementingkan rasa persatuan dari pada kepentingan pribadi di dalam kehidupan bernegara sehingga akan tercapai hidup yang selaras dan damai.

  1. Rela Berkorban

Menguatnya rasa rela berkorban terhadap negara. Dengan memiliki sikap patriotisme dan nasionalisme maka jiwa masyarakat akan tergugah untuk menyumbangkan apa yang ia miliki termasuk tenaga dan sebagian dana yang ia miliki serta juga sumbangsih dalam wujud ide atau gagasan untuk membantu keadaan negara jika sedang dilanda kesusahan dan bencana alam maupun non alam.

  1. Keberanian dalam Kebenaran

Menguatnya rasa keberanian masyarakat untuk mengungkap kebenaran. Sebagai masyarakat yang memiliki sikap patriotisme dan nasionalisme, rasa berani dari masyarakat akan semakin tinggi jika terdapat kebenaran yang belum diungkapkan.

Rasa keberanian tak hanya untuk mengungkapkan kebenaran, tetapi juga untuk mengungkapkan hal-hal atau persoalan yang sengaja ditutup-tutupi.

  1. Pembangunan yang Meningkat

Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan yang dilakukan di wilayah Indonesia. Semakin besar sikap patriotisme dan nasionalisme seseorang, maka semakin besar pula semangat mereka untuk membangun negeri agar lebih baik.

Oleh karena itu, partisipasi atau peran serta masyarakat di dalam pembangunan akan lebih besar. Masyarakat tak hanya akan menyumbang tenaga maupun dana, melainkan mereka juga akan menyumbangkan ide atau gagasan mengenai arah pembangunan. Dengan begitu keterlibatan masyarakat dalam pembangunan lebih besar.

  1. Keseimbangan Hak dan Kewajiban

Menghilangkan tuntutan yang berlebihan terhadap negara tentang arti hak yang di dapat oleh masyarakat. Dengan sikap patrotisme dan nasionalisme, orang akan mempertimbangkan tuntutan tentang haknya terhadap negara, karena ia sadar belum memberika jasa yang berarti terhadap negaranya.

Pola pikir yang mereka tanamkan adalah jika hak dasar telah terpenuhi mengapa harus menuntut lebih terhadap negara? Para pahlawan atau keluarganya saja tidak menuntut berlebihan terhadap negara, padahal mereka sudah memberikan darah dan nyawa untuk Indonesia.

Demikianlah artikel lengkap yang bisa kami berikan pada segenap pembaca. Tentang pembahasan yang singkat mengenai manfaat dari sikap patriotisme dan nasionalisme di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, semoga mengedukasi.

Itulah tadi informasi dari poker pulsa mengenai Manfaat Sikap Patriotisme dan Nasionalisme oleh - sejarahorganisasi.xyz dan sekianlah artikel dari kami sejarahorganisasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Saturday, July 25, 2020
no image

Tahapan Internalisasi dan Contohnya di Masyarakat oleh - sejarahorganisasi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website sejarahorganisasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Tahapan Internalisasi dan Contohnya di Masyarakat oleh - sejarahorganisasi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Macam Tahapan Internalisasi

Internalisasi merupakan pembentukan arti karakter yang dipengaruhi oleh situasi dan hal di luar dirinya. Proses internalisasi dapat dipengaruhi seseorang dalam bersikap, berperasaan, berkeyakinan dan lain-lain. Proses internasasi adalah proses yang berlangsung sepanjang hayat. Manusia mempunyai bakat yang sudah ada dalam dirinya. Akan tetapi, untuk mengaktifkan berbagai macam kepribadiannya sangat dipengaruhi oleh stimulus yang ada di lingkungan sekitarnya.

Bagaimana internalisasi bisa terjadi kepada seorang individu? Tahapan-tahapan apa saja yang menjadikan proses internalisasi membentuk kepribadian individu tersebut? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka kita akan membahas tahapan yang ada dalam internalisasi.

Internalisasi

Internalisasi adalah proses menanamkan sesuatu baik keyakinan, sikap, dan nilai sehingga menjadi perilaku sosial. Sikap, keyakinan dan nilai tersebut disatukan dan digabungkan menjadi sebuah kepribadian. Proses internalisasi ini dapat membantu sesorang mendefinisikan dirinya melalui nilai-nilai yang terbentuk dalam dirinya untuk kemudiaan dipraktikkan dalam kehidupan di masyarakat.

Tahapan Internalisasi di Masyarakat

Tahap internalisasi dapat dilihat dari mana dan bagaimana makna nilai menjadi bagian dari pribadi yang dimiliki seseorang. Penjelasannya sebagai berikut;

David R. Krathwohl

Tahap-tahap tersebut menurut David R. Krathwohl antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Receiving

Receiving atau menyimak adala terbuka menerima rangsangan, yang meliputi penyadaran, Hasrat menerima pengaruh dan selektif terhadap pengaruh tersebut. Pada tahap ini, nilai belum terbentuk melainkan masih dalam penerimaan dan pencarian nilai.

  1. Responding

Respounding atau menanggapi adalah tahap di mana seseorang mulai memberikan tanggapan terhadap rangsangan afektif yang meliputi compliance, secara aktif memberikan perhatian dan satisfication is respons atau puas dalam menanggapi. Tahap ini merupakan tahap di mana seseorang sudah mulai aktif dalam menanggapi nilai-nilai yang berkembang di luar responnya.

  1. Valuing

Valuing atau memberi nilai merupakan tahap di mana seseorang memberikan penilaian atas dasar-dasar nilai yang terkandung di dalamnya. Pada tahap ini meliputi tingkatan percay terhadap nilai yang diterima, merasa terikat dengan nilai-nilai yang dipercayai dan memiliki keterikatan batin atau komitmen untuk memperjuangkan nilai yang diterima dan diyakini tersebut.

  1. Organization

Organization yaitu mengorganisasikan berbegai nilai yang telah diterima. Pada tahap ini meliputi penetapan kedudukan atau hubungan nilai dengan nilai lainnya. Selain itu, juga mengorganisasikan sistem nilai dalam dirinya yakni cara hidup dan tata cara perilaku sudah didasarkan atas nilai-nilai yang diyakininya.

  1. Penyatuan

Pada tahap ini merupakan tahap di mana penyatuan nilai-nilai yang masuk dalam sistem nilai yang konsisten. Tahap ini meliputi generalisasi nilaisebagai landasan acuan dalam melihat dan memandang masalah-masalah yang dihadapi dan tahap karaktersasi atau mempribadikan nilai tersebut.

Muhaimin

Sementara itu, Muhaimin membagi tahapan internalisasi menjadi 3 bagian yakni sebagai berikut;

  1. Transformasi Nilai

Pada tahap transformasi, terjadi proses penerimaan nilai. Nilai dieruma dengan mendengarkan, melihat, dan membaca. Seseorang mampu memperoleh pengetahuan tentang nilai kebaikan, keburukan, dan manfaatnya bagi kehidupan melalui mendengar dan melihat

  1. Transaksi Nilai

Tahap transaksi nilai adalah tahap di mana terjadi interaksi timbal balik antara seseorang dengan stimulusnya. Pada tahap ini terjadi proses merespon nilai. Artinya terdapat tanggapan atau reaksi terhadap rangsang yang diterima kemudian individu tersebut meresponnya. Terdapat tiga respon yang terjadi dalam tahap ini yaitu “menerima nilai, menolak nilai, dan acuh tak acuh”.

  1. Transinternalisasi

Pada tahap terakhir adaahl tahap transinternalisasi. Pada tahap ini nilai internalisasi dilakukan melalui proses yang bukan hanya komunikasi verbal. Akan tetapi juga disertai dengan sikap mental dan kepribadian. Pada tahap ini kehadiran stimulant bukan lagi bersumber dari jasmaniahnya, melainkan watak dan kepribadiannya. Jadi, individu dan stimulant harus sama-sama aktif dalam menanamkan kepribadian.

Freudian

Berdasarkan pakar psikoanalisis yaitu Freudian menyatakan bahwa terdapat beberapa tahapan dalam proses internalisasi, antara lain sebagai berikut;

  1. Tahap Proyeksi

Proyeksi merupakan fase awal dari introyeksi. Pada tahap ini, individu menghubungkan kepada orang lain apa yang ada dalam diri mereka. Jadi, individu melihat dirinya dalam orang lain. Kecenderungan universalnya akan memiliki dampak positif dan negatif. Tergantung dari kualitas yang diproyeksikannya apakah mereka menolak atau tidak. Proyeksi dapat menimbulkan empati bahkan kebencian.

  1. Tahap introyeksi

Introyeksi mengacu pada proses individu dalam menyalin atau mereplika sikap dan perilaku dari orang-orang di sekitarnya. Sesuatu yang telah individu tersebut proyeksikan, mana yang menurutnya baik untuk dirinya akan diintroyeksikan atau ditiru untuk dilakukan dalam kesehariannya. Hal ini biasa disebut sebagai pembelajaran sosial atau social learning.

Kesimpulan

Dari berbagai tahapan internalisasi yang dikemukakan oleh beberapa tokoh tersebut, kita bisa menggunakannya sesuai dengan konteks yang kita angkat. Pada dasarnya, dari tahapan-tahapan tersebut terdapat tahap awal yaitu menerima stimulus yang ada di luar ke dalam diri individu.

Proses penerimaan tersebut diakhiri dengan penanaman karakter dan pelaksanaan nilai hingga membentuk sebuah kepribadian.

Contoh Internalisasi

Adapun contoh internalisasi yang terjadi dalam masyarakat, antara lain sebagai berikut:

  1. Internalisasi Nilai

Seorang anak petani biasa bekerja keras karena juga ikut membantu orangtuanya dalam bertani. Anak tersebut menerima nilai-nilai kerja keras dari orang tuanya, menirunya, dan memasukkan dalam dirinya menjadi sebuah kepribadian yang digunakan untuk hidup dalam masyarakat.

  1. Internalisasi Norma

Seseorang yang hidup dalam masyarakat hidup berdampingan dengan arti norma. Misalnya si A hidup dalam lingkungan pesantren. Setiap hari harus bangun sebelum subuh untuk mandi dan melakukan aktivitas keagamaan. Di dalam lingkungan pesantren, dia juga dibatasi dalam penggunaan sarana komunikasi.

Terdapat jam makan dan jadwal piket yang sudah ditentukan sehingga tidak makan seenaknya sendiri. Aturan-aturan yang terdapat dalam pesantren tersebut menjadi kebiasaan bagi individu. Sehingga secara tidak sadar, dia juga melaksanakan norma-norma tersebut setelah dia tidak berada di lingkungan pesantren.

  1. Internalisasi Budaya

Seorang yang biasanya menyaksikan budaya K-Pop secara lambat laun terpengaruh oleh budaya Korea. Budaya tersebut tertanam dalam dirinya karena kebiasaan menyaksikan budaya Korea dilakukan secara berulang-ulang. Sehingga secara sadar dan tidak sadar dia meniru dan menerapakan budaya Korea yang disaksikannya.

  1. Internalisasi Agama

Seseorang yang mengikuti perkumpulan keagamaan akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang berada di dalam perkumpulan tersebut. Selain itu, orang tersebut juga menerima nilai-nilai agama dari hal-hal yang diajarkan dalam perkumpulan agama yang diyakinnya. Misalnya melalui pengajian dan perkumpulan agama-agama lainya.

  1. Internalisasi Politik

Kecenderungan politik seseorang dipengaruhi dari pendidikan politik yang ia dapatkan. Pendidikan politik bisa didapatkan dari bangku sekolah untuk pelajaran PPKn atau mata kuliah politik di universitas.

Selain itu, kampanye dari partai politik dan perhatian terhadap tokoh-tokoh politik yang menjadi panutannya juga mempengaruhi seseorang dalam melakukan kegiatan politik seperti memilih dalam pemilu atau bahkan menjadi calon yang dipilih dalam pemilu.

  1. Internalisasi Ekonomi

Kecenderungan seseorang dalam melakukan tindakan ekonomi dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Sebagai produsen, dia mengikuti trend yang ada di dalam masyarakat. Dia mempelajari trend yang sedang berkembang di pasaran, kemudian menimbang apakah trend tersebut bisa dilakukan dan menguntungkan.

Kemudian trend tersebut diadaptasi dalam kegiatan usahanya. Sebagai seorang konsumen, orang akan terpengaruh dengan iklan yang ada di media sosial.

Selain itu, tindakan seseorang dalam melakukan kegiatan ekonomi juga dipengaruhi dari keluarganya. Misalnya, di dalam keluarga ditanamkan untuk tidak membeli makanan di luar rumah dan harus makan masakan sendiri. Maka dia akan terbiasa dengan tidak mengeluarkan uang untuk membeli makanan dari luar.

Nah, demikian artikel yang bisa kami sampaikan pada segenap pembaca berkenaan dengan tahapan dalam proses internalisasi menurut para ahli dan contohnya di masyarakat. Semoga bisa memberi edukasi bagi kalian yang membutuhkannya.

Daftar Pustaka
  • http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/22757/11.%20BAB%20II_1.pdf?sequence=11&isAllowed=y
  • https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/menaraekonomi/article/download/1267/1106

Itulah tadi informasi dari daftar poker online terpercaya mengenai Tahapan Internalisasi dan Contohnya di Masyarakat oleh - sejarahorganisasi.xyz dan sekianlah artikel dari kami sejarahorganisasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Friday, July 17, 2020
no image

Contoh Terorisme dan Radikalisme di Masyarakat oleh - sejarahorganisasi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website sejarahorganisasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Contoh Terorisme dan Radikalisme di Masyarakat oleh - sejarahorganisasi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Contoh Terorisme dan Radikalisme

Kekhawatiran publik tentang terorisme sangatlah tinggi. Sehingga, hampir di setiap negara memiliki badan penanggulangan teroris sampai dibentuklah undang-undang anti terorisme. Harapannya adalah tidak terjadi terorisme dan mencegah warganya turut serta dalam tindakan terorisme. Selain terorisme, hal yang menjadi keresahan oleh negara adalah radikalisme. Muncul pertanyaan mengapa anak muda dari berbagai latar belakang mejadi ekstremis dan bergabung dengan gerakan kekerasan?

Sebelum menjawab pertanyaan lebih lanjut, terorisme sulit dibedakan dari bentuk-bentuk lain dari kekerasan politik dan kejahatan dengan kekerasan seperti konflik bersenjata berbasis negara, konflik non negara, kejahatan rasial maupun radikalisme. Sehingga organisasi teroris dari sejarah baru-baru ini menunjukkan bahwa radikalisme tidak dijelaskan oleh agama. Bagaimana terorisme dan radikalisme bisa mengancam arti kedaulatan negara? Apa bedanya kedua paham tersebut? Mari kita simak contoh-contoh terorisme dan radikalisme yang terjadi masyarakat pada artikel ini.

Terorisme dan Radikalisme

Terorisme adalah penggunaan kekerasan atau kekerasan terhadap orang atau properti secara tidak sah untuk mengintimidasi atau memaksa pemerintah atau warganya untuk melanjutkan tujuan politik atau sosial tertentu. Penegakan hukum umumnya mengakui dua jenis terorisme domestik dan internasional.

Tindakan terorisme biasanya dikategorikan berdasarkan pelaku, korban, metode, dan tujuannya. Global Terorisme Database menjabarkan teorisme sebagai tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aktor-aktor non negara, yang dilakukan kepada penduduk sipil, yang dimaksudkan untuk menimbulkan ketakutan dalam rangka mencapai politik objektif.

Untuk dianggap terorisme, suatu tindakan harus berupa kekerasan atau mengancam kekerasan. Dengan demikian, perbedaan pendapat politik, aktivisme, dan perlawanan tanpa kekerasan bukan melakukan terorisme. Sebenarnya, dimasukkannya kerusakan properti pribadi dan publik dalam definisi terorisme adalah titik pertikaian. Namun, secara umum diterima dalam konteks hukum dan statistik. Suatu tindakan juga harus dilakukan untuk tujuan politik, ekonomi, agama atau sosial untuk dianggap sebagai terorisme. Target orang yang tidak berperang, netral atau dipilih secara acak dalam tindakan terorisme.

Definisi radikalisme tidak seperti terorisme memiliki dimensi sosial yang melibatkan segmen besar masyarakat. Seseorang dapat mengidentifikasi masyarakat yang teradikalisasi di mana aksi terorisme mendapatkan simpati dan bahkan beberapa tingkat dukungan. Masyarakat yang teradikalisasi seperti itu diresapi oleh rasa frustasi penghinaan, dan perampasan kolektif yang relatif terhadap harapan. Habitat sosial yang teradikaliasi ini mudah dieksploitasi oleh para teroris.

Contoh Terorisme dan Radikalisme

Radikalisme dan terorisme adalah hal yang menjadi ancaman bagi negara-negara di dunia. Tindakan kekerasan dan perenggutan nyawa menjadi ketakutan bagi masyarakat.

Terorisme
Contoh Tindakan Terorisme
Tindakan Terorisme

Adapun tindakan-tindakan terorisme yang pernah terjadi di beberapa negara antara lain, sebagai berikut:

  1. Terorisme di Indonesia

Pada awal tahun 2000-an, Jemaah Islamiyah, sebuah kelompok ekstremisme yang tumbuh di dalam negeri bersekutu dengan al-Qaeda dengan sel-sel di negara-negara tetangga. Mereka bertanggung jawab atas serentetan serangan di Indonesia. Serangan paling mematikan adalah pemboman Bali tahun 2002 yang menewaskan ratusan orang.

Namun, melalui serangan anti-terorisme yang dibantu oleh AS, Jakarta akhirnya mematahkan Jemaah Islamiyah. Serangan besar terakhir kelompok itu adalah pemboman bunuh diri tahun 2009 yang menewaskan beberapa orang termasuk penyerang.

Setelah beberapa periode, pengikut ISIS menyerang sturbuck di Jakarta Pusat dengan bom dan senjata pada Januari 2016. Kemudian pada November, polisi menggagalkan rencana pemboman keduataan Myanmar di Jakarta.

  1. Terorisme di Ukraina

Rusia menguasa Semenanjung Krimea Ukraina tahun 2014 dan telah memberikan dukungan penting kepada gerilyawan yang memgang bagian-bagian wilayah Donetsk dan Luhansk dalam perang yang telah menewaskan sekitar 13000 orang sejak April 2014.

Sumber mengatakan bahwa kelompok-kelompok ini bertanggung jawab atas serangan termasuk pemboman mobil yang menewaskan perwira intelijen militer Ukraina Maksim Shapoval pada Juni 2017.

  1. Terorisme di Turki

Pada Mei 2020, bom rakitan meledak ketika kendaraan tempur Turki melintas jalan raya bebas hambatan. Salah satu perwira Turki terkena pecahan besi akibat ledakan hingga tewas.

Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah menjelaskan bahwa pelaku pemboman adalah kelompok Al Islamad Turkestani. Mereka berusaha mendirikan Republik Islam Turkestasn Timur. Di lain hal, situasi di Idlib semakin buruk ketika kelompok teroris Hay’at Tahrir al-Sham melakukan tindakan ofensif terhadap pemerintah Suriah.

  1. Terorisme di Nigeria

Pada Juni 2020, terjadi serangan teroris di Timur Laut Nigeria. Sumber menyebutkan bahwa pelaku terorisme adalah kelompok Boko Haram. Mereka melakukan serangan di desa Foduma Kolomaiya di daerah Gubio. Warga sekitar menyebutkan bahwa para pelaku datang menggunakan sepeda motor dan kendaraan lain, mereka membunuh orang sesuka hati. Serangan tersebut terjadi selama sekitar dua jam.

Korban dalam serangan tersebut mencapai puluhan jiwa. Sebelum mereka meninggalkan tempat kejadian, mereka membakar desa terlebih dahulu.

Ternyata, anggota Boko Haram sering memaksa penduduk desa untuk membayar pajak ilegal dengan mengancam akan mencuri ternak mereka. Warga menyatakan bahwa pembantaian yang terjadi akibat pembalasan kematian anggota Boko Haram yang berhasil dibunuh oleh penduduk desa ketika gerilyawan berusaha menyerang mereka.

Sebenarnya, Boko Haram dan faksi yang memisahkan diri, provinsi Islam Afrika Barat, keduanya aktif di daerah tersebut. Pemberontakan Boko Haram yang telah berlangsung lebih dari satu dekade telah mengakibatkan ribuan orang kehilangan nyawa dan juga pemindahan ribuan orang.

  1. Terorisme di Perancis

Pada tahun 2015, terjadi serangan teror di Paris yang diklaim dilakukan oleh kelompok Islamic State. Aksi tersebut diduga adalah bom bunuh diri yang dilepaskan setelah berlangsungnya pertandingan sepak bola antara Jerman dengan Perancis.

Pada saat yang sama, seorang palaku melepaskan tembakan membabi buta menuju restoran. Penembakan juga dilakukan di klub malam. Sejumlah pelaku menggunakan sabuk yang berupa bom bunuh diri untuk menghancurkan klub malam tersebut. Mereka melepaskan tembakan ke arah kerumunan penonton di klub.

Radikalisme
Contoh Tindakan Radikalisme
Tindakan Radikalisme

Adapun untuk contoh radikalisme, antara lain sebagai berikut;

  1. Radikalisme di Inggris

Di Inggris, radikal masih digunakan untuk menggambarkan kebijakan atau karakter partai. Akan tetapi tidak lagi menjadi nama partai atau faksi. Pada pertengan abad ke-19, kaum liberal yang ingin menunjukkan betapa progresifnya mereka menggambarkan diri mereka sebagai radikal. Asosiasi liberal pekerja sering menyebut diri mereka radikal.

  1. Radikalisme di Jepang

Aum Shinrikyo adalah kultus kiamat yang didasarkan pada sintesis khas agama Budha, Hindu dan Kristen. Pada tahun 1995, Aum Shinrikyo melakukan serangan gas sarin di kereta bawah tanah Tokyo yang menewaskan 13 orang, 54 lainnya luka parah dan mempengaruhi hampir 1000 orang. Kultus tersebut mencakup ilmuwan dan memiliki daya tarik khusus dengan senjata kimia dan biologi.

Pada tahun 1993 dan 1994, Aum Shinrikyo mencoba melakukan serangan biologis, menggunakan antrhrax dan botulinum. Namun, kultus gagal menghasilkan bakteri dalam bentuk yang berbahaya, dan upayanya berlalu tanpa disadari oleh pihak berwenang.

  1. Radikalisme di Somalia

Al-Shabaab memerangi pemerintah Somalia yang lemah dan didukung PBB dan sekutu internasionalnya dalam upaya untuj memberlakukan hukum Islam yang ketat. Meraka melakukan serangan-serangan di tempat-tempat di Somalia. Terdapat serangan bom di Mogadishu dan tempat lain yang menimbulkan korban tewas.

  1. Radikalisme di Amerika

Al-Qaeda telah lama mengguakan internet untuk menarik orang yang direkrut tetapi dengan sedikit keberhasilan di AS, karena sebagian besar Musli Amerika tidak bersimpati pada kelompok Al-Qaeda dan sebenarnya merupakan kekuatan yang efektif melawan upaya jihadis online.

Sumber menyatakan bahwa internet adalah media yang digunakan untuk merekrut dan berhubungan dengan jaringan radikal yang ada di luar negeri. Radikalisme di Amerika meresahkan karena begitu banyak protes dan serangan yang dilakukan secara tidak terduga.

  1. Radikalisme di Singapura

Wanita di Singapura ditahan di ISA karena berniat bergabung dengan Negara Islam di Suriah. Dia aktif mempsoting dan berbagi materi pro-Islam State secara online. Dia juga berniat bergabung dengan negara Islam dan secara aktif berencana untuk membuat jalan ke Suriah dengan anaknya.

Wanita tersebut bergabung dengan kelompok radikal yang ada di Singapura hingga ahkhirnya mereka ditahan dan dibebaskan bersyarat.

Demikian adalah contoh-contoh terorisme dan radikalisme yang terjadi masyarakat. Kita perlu tahu bahwa sebenarnya radikalisme dan terorisme itu berbeda. Para kaum radikal berusaha mempertahankan prinsip dan agamanya. Sementara itu, teroris adalah berusaha merusak keamanan negara di mana salah satu pemicu awalnya adalah paham radikalisme.

Sumber Tulisan
  1. https://ourworlddindata.org/terrorism
  2. https://www.abdn.uc.uk/radicalism/understanding.shtml
  3. https://www.dw.com/en/

Itulah tadi informasi mengenai Contoh Terorisme dan Radikalisme di Masyarakat oleh - sejarahorganisasi.xyz dan sekianlah artikel dari kami sejarahorganisasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sunday, July 12, 2020
no image

Urgensi Revisi Rencana Pembangunan oleh - sejarahorganisasi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website sejarahorganisasi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Urgensi Revisi Rencana Pembangunan oleh - sejarahorganisasi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Jakarta, 13 Mei 2020

Merebaknya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia perlu ditanggapi pemerintah dengan segera merevisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Meskipun dokumen itu ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada Januari 2020.

Dokumen itu menggambarkan optimisme yang begitu kentara. Visi yang dikembangkan pemerintahan Jokowi periode kedua ini adalah “mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong”. Visi ini ditopang oleh sembilan misi yang lebih dikenal sebagai “Nawacita Kedua”.

Tidak ada yang salah dengan optimisme itu. Apalagi visi dan misi tersebut seolah olah dijadikan fondasi bagi visi besar Indonesia 2045, yakni “Indonesia Maju”. Seluruh indikator pencapaian pembangunan 2015-2019 memenuhi syarat untuk optimistis. Namun merebaknya pandemi Covid-19 membuyarkan “mimpi indah” dan cita-cita besar tersebut. Pemerintah, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan kementerian/lembaga lainnya, perlu sedikit mengerem rasa optimisme itu dan segera mengambil langkah cepat untuk merevisi RPJMN yang sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini.

Pertama adalah merevisi kerangka ekonomi makro. RPJMN menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi diproyeksikan pada kisaran 5,7 hingga 6,0 persen per tahun melalui peningkatan produktivitas ekonomi, investasi yang berkelanjutan, perbaikan pasar tenaga kerja, dan peningkatan k ualitas sumber daya manusia. Dengan target pertumbuhan ekonomi tersebut, pendapatan nasional bruto (PNB) per kapita (Atlas Method) diharapkan meningkat menjadi US$ 5.810- 6.000 per kapita pada 2024. Saat ini, keempat indikator pertumbuhan ekonomi tersebut terhambat oleh wabah Covid-19.

Kondisi di atas diperparah oleh banyaknya daerah yang telah mendapat persetujuan Kementerian Kesehatan untuk melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Makassar, dan menyusul provinsi- provinsi lainnya. Otomatis, produktivitas ekonomi menurun signifikan, investor berhitung ulang untuk menggelontorkan dana investasinya, bahkan banyak yang mulai gulung tikar dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Sementara itu, dunia pendidikan kita, sebagai lokomotif peningkatan sumber daya manusia, belum siap menggunakan teknologi sebagai media belajar siswa. Koreksi kedua atas optimisme RPJMN adalah pada penetapan proyek prioritas strategis nasional. Pemerintah merencanakan 41 proyek yang rencananya dilaksanakan sepanjang 2020-2024 dengan estimasi anggaran mencapai Rp 6.293,1 triliun, setara dengan tiga tahun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sayangnya, semua proyek itu lebih banyak didominasi infrastruktur. Sangat sedikit yang berorientasi kesehatan. Wabah Covid-19 menunjukkan bahwa sektor kesehatan kita paling kedodoran. Banyak tenaga medis yang menggunakan alat pelindung diri (APD) tidak berstandar saat menangani pasien corona, kebutuhan ruang perawatan pasien semakin mendesak, dan seterusnya. Pemerintah dapat belajar kepada negara lain untuk memprioritaskan anggaran kesehatan yang lebih besar. Tidak cukup hanya 5 persen dari belanja negara. Peningkatan anggaran kesehatan dapat diprioritaskan untuk meningkatkan sumber daya manusia kesehatan, riset-riset kesehatan, terutama tentang Covid-19 dan penanganannya, serta meningkatkan sarana- prasarana kesehatan berbasis teknologi dan derajat kesehatan masyarakat.

Kelemahan RPJMN yang patut dikoreksi berikutnya adalah konsep ketahanan pangan. Saat pandemi semacam ini, sektor panganlah yang seharusnya paling diandalkan oleh pemerintah untuk menopang perekonomian nasional. Namun hal ini belum terjadi. Sebenarnya, pemerintah telah berkomitmen memasukkan agenda penguatan ekonomi melalui pertumbuhan yang berk ualitas dan berkeadilan, dan ini termasuk satu dari tujuh agenda prioritas pembangunan Jokowi-Ma’ruf Amin. Namun, bila dilihat dari dukungan pemerintah untuk sektor ketahanan pangan, yakni pertanian, kelautan, perikanan, dan kehutanan, anggarannya hanya Rp 30,48 triliun atau 1,6 persen dari total belanja pemerintah pusat.

Usul revisi keempat menyangkut peningkatan ketahanan bencana. Dalam RPJMN, definisi dan jenis bencana yang dikemukakan masih sebatas bencana alam, baik bencana hidrometeorologi, seperti puting beliung, kebakaran hutan dan lahan, tanah longsor, banjir, gelombang pasang/abrasi, maupun bencana geologi, seperti gempa bumi, letusan gunung api, dan tsunami. Belum ada sama sekali yang menyinggung bencana non-alam, seperti pandemi Covid-19, dan penanganannya, sehingga dalam postur anggarannya pun tidak dialokasikan. Untuk itu, penting kiranya pemerintah, melalui Kementerian Perencanaan
Pembangunan Nasional/Badan Per encana Pembangunan Nasional selaku leading sector bidang perencanaan, mengagendakan perubahan mendasar RPJMN 2020-
2024 sebagai respons dan adaptasi terhadap dampak pandemi Covid-19 yang mempengaruhi sendi-sendi kehidupan masyarakat. Momentum untuk merevisinya
sudah tepat saat ini setelah pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional pada akhir April lalu. Masukan dari gubernur, bupati, wall kota,
organisasi masyarakat sipil, dan media dalam musyawarah itu menjadi kunci penyempurnaan RPJMN Perubahan 2020- 2024.

Sumber: Rubrik Opini Koran Tempo Edisi 12 Mei 2020.

Itulah tadi informasi mengenai Urgensi Revisi Rencana Pembangunan oleh - sejarahorganisasi.xyz dan sekianlah artikel dari kami sejarahorganisasi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Quick Message
Press Esc to close